Indikator Fisik-Kimia Dasar Sebagai Alat Evaluasi Cepat Kualitas Air Lingkungan Pada Berbagai Sumber Air
Keywords:
Kualitas air; Parameter fisik-kimia; Air tanah; Air permukaan; Air limbahAbstract
Peningkatan aktivitas antropogenik berdampak pada penurunan kualitas air di berbagai sumber. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kelayakan kualitas air tanah, air permukaan, dan air limbah berdasarkan parameter fisik-kimia dasar, yakni derajat keasaman (pH), suhu, daya hantar listrik (DHL), dan kekeruhan. Penelitian kuantitatif komparatif ini menggunakan teknik penentuan lokasi secara purposive. Sampel primer mencakup masing-masing tiga perwakilan air tanah, air permukaan, dan air limbah yang diukur menggunakan alat ukur terkalibrasi. Data hasil pengujian kemudian dianalisis secara deskriptif dan dikomparasikan dengan standar baku mutu Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 2 Tahun 2023. Hasil penelitian menunjukkan air tanah memiliki kualitas terbaik dengan kekeruhan terendah (0,15–0,18 NTU) dan pH netral, diiringi nilai DHL tertinggi akibat pelarutan mineral alami (600–630 µS/cm). Kelompok air permukaan memiliki pH netral dengan tingkat kekeruhan sedikit melebihi ambang batas (3,36–3,52 NTU). Sebaliknya, air limbah menunjukkan tingkat pencemaran paling ekstrem dengan kekeruhan mencapai 65,7 NTU dan pH tidak wajar, yakni sangat asam pada limbah tahu (pH 5,10–5,25) serta basa pada air laundry (pH 8,40). Disimpulkan bahwa parameter fisik-kimia terbukti efektif sebagai alat evaluasi cepat kelayakan air lingkungan. Tingginya tingkat pencemaran fisik-kimia pada kelompok air limbah menegaskan tingginya urgensi penerapan sistem pengolahan limbah yang ketat sebelum dilepaskan ke badan air.

