Dampak Kebiasaan Tidak Sarapan Terhadap Penurunan Konsentrasi Belajar Mahasiswa
Keywords:
sarapan pagi, konsentrasi belajar, mahasiswa, korelasi Spearman, regresi linear.Abstract
Sarapan pagi merupakan salah satu faktor yang dapat mendukung pemenuhan energi dan fungsi kognitif mahasiswa selama mengikuti kegiatan perkuliahan. Kebiasaan melewatkan sarapan diduga berkaitan dengan penurunan konsentrasi belajar yang dapat memengaruhi efektivitas proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dan pengaruh kebiasaan tidak sarapan terhadap konsentrasi belajar mahasiswa Universitas Prima Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan kausal. Sampel penelitian berjumlah 49 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas Shapiro–Wilk, korelasi Spearman, uji Mann–Whitney, dan regresi linear sederhana. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data kedua variabel tidak berdistribusi normal, sehingga uji korelasi Spearman digunakan untuk menguji hubungan antarvariabel. Hasil uji Spearman menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,575 dengan nilai signifikansi 0,000, yang mengindikasikan adanya hubungan positif dan signifikan antara kedua variabel berdasarkan pengodean skor yang digunakan. Uji Mann–Whitney menunjukkan perbedaan konsentrasi belajar yang signifikan antara mahasiswa yang sarapan dan tidak sarapan, dengan nilai signifikansi 0,002. Kelompok mahasiswa yang sarapan memiliki nilai mean rank konsentrasi lebih tinggi, yaitu 29,27, dibandingkan kelompok yang tidak sarapan, yaitu 16,19. Sementara itu, hasil regresi linear sederhana menunjukkan nilai R Square sebesar 0,396 dengan nilai signifikansi 0,000. Hasil tersebut menunjukkan bahwa model regresi menjelaskan 39,6% variasi konsentrasi belajar mahasiswa. Dengan demikian, kebiasaan sarapan berkaitan dengan konsentrasi belajar mahasiswa, meskipun faktor lain juga berpotensi berperan dalam menjelaskan variasi konsentrasi belajar.

